Advertisement


Breaking News

About us

Thursday, August 10, 2017

SALAM SATU JIWA : SOSIALISASI PERPPU ORMAS Untuk KEUTUHAN NKRI DAN PERSATUAN TANPA KONFLIK

Problem toleransi nyatanya juga tidak hanya dibutuhkan dalam relasi antar umat beragama lebih dari itu diperlukan “toleransi tinggi” antar organisasi kemasyarakatan (ORMAS). Berbagai konflik lintas keyakinan yang mucul dalam dasawarsa terakhir juga terjadi di pengaruhi oleh latar belakang pandangan-pandangan kelembagaan sebuah organisasi.
Hal ini menunjukkan bahwa kearifan dan kebijaksanaan dalam mendialogkan perbedaan dan keragaman masih membutuhkan penguatan dari berbagai pihak. Perlu ada satu transformasi yang dilakukan terus menerus kepada generasi penerus bangsa untuk menanamkan semangat Persaudaraan Lintas Agama dan Persaudaraan Lintas Ormas agar tumbuh kembang rasa Cinta Tanah Air, Kerjasama dan Gotong Royong Sesama Anak Bangsa.
Hadirilah kegiatan yang diinisiasi Yayasan Kebangsaan Kemanusiaan Indonesia (YSKKI) kerjasama dengan Direktur Ormas Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia SOSIALISASI PERPPU ORMAS Untuk KEUTUHAN NKRI DAN PERSATUAN TANPA KONFLIK. Dengan Tema “Menumbuhkembangkan Sikap Cinta Tanah Air, Kerjasama dan Gotong Royong Sesama Anak Bangsa” yang akan dilaksanakan :
Hari, Tanggal            : Sabtu, 12 Agustus 2017
Tempat                     : Hall Zam-Zam Gondanglegi (Jl. Raya Putat Lor 99 Malang)
Pukul                        : 09.30 WIB – Selesai

Registrasikan diri anda untuk menjadi Peserta dengan SMS ke 081554827279 (NAMA-ORGANISASI-ALAMAT-NO KTP). Registrasi ditutup tanggal 11 Agustus 2017 Pukul 15.00 WIB. (GRATIS disediakan Jajan Tradisional + Black Coffe). 

#SELAMAT HUT AREMA KE-30 MBOIS ILAKES
#SELAMAT HUT RI KE-72 KERJA BERSAMA, BERSAMA KERJA

SALAM SATU JIWA !!!
Read more ...

Friday, May 5, 2017

FROM LOCAL RELEVANCE TO GLOBAL SIGNIFICANCE : KEARIFAN LOKAL BERKARAKTER MENCEGAH RADIKALISME

Kebudayaan yang berkarakter  adalah  cara pandang dan sikap bangsa dalam lingkungannya yang bersumber dari pancasila dan UUD 1945, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, kesejahteraan rakyat, melindungi segenap warga bangsa dan turut memelihara perdamaian dunia.
Perlunya penguatan kebudayaan yang berkarakter dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, sebab tantangan berat saat ini dihadapi bangsa Indonesia yakni krisis ekonomi, sosial distrust, primordialisme/sempit, krisis moral, krisis keteladanan, krisis sosial budaya dan globalisasi.
Selain itu, tujuan utama penguatan kebudayaan yang berkarakter  dan nasionalisme yakni, menciptakan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera dan adil; merevitalisasi-mereaktualisasi nilai-nilai pancasila; secara khusus meredam berkembangnya  penonjolan primordialisme sempit dan mencegah disintegrasi bangsa; memperkokoh ketahanan bangsa.
Kenyataan sosial yang melanda generasi muda dan kaum pelajar, seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang, pergaulan bebas, tindakan radikalisme dan terorisme remaja yang banyak diberitakan pada berbagai media, baik cetak maupun elektronik. Kondisi ini menjadi penting untuk kita waspadai sebagai salah satu ancaman ketahanan atas rusaknya keraifan budaya lokal, karena generasi muda dan pelajar sebagai aset bangsa akan menjadi pelanjut perjuangan dan harapan bangsa, sehingga apabila mereka dibiarkan terperangkap dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang dan pergaulan bebas, tindakan radikalisme dan terorisme maka dapat dipastikan bahwa harapan masa depan bangsa yang berada pada pundak generasi muda dan pelajar, akan terjebak dalam dekadensi moral yang akan mengancam kebudayaan luhur dan ketahanan nasional. Untuk itu dibutuhkan sebuah langkah strategis sebagai upaya membentuk jiwa dan karákter generasi muda dan pelajar yang memiliki integritas dan kepribadian yang dapat diandalkan untuk memikul tanggung jawab bangsa di masa yang akan datang. memang harus diakui, perkembangan dan perubahan yang berlangsung cepat dan dinamis sebagai gejala fenomenal yang telah mengglobal, disertai dengan pertukaran dan penyebaran informasi yang tidak lagi mengenal batas-batas wilayah, jarak dan waktu serta perubahan sikap dan pola pikir masyarakat, disamping dinamika politik lokal yang seringkali ditunggangi dengan berbagai kepentingan, baik perorangan maupun kelompok, menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi dalam upaya menegakkan kondisi keluruhan budaya dan ketahanan nasional bangsa melalui karakter generasi muda ini, dan untuk mewujudkan Kearifan Lokal sebagai ketahanan nasional yang kokoh dalam integritas bangsa yang utuh, maka kewaspadaan atas rusaknya nilai-nilai lokal menjadi kunci utamanya. Sosio !!
Read more ...

POLITIK IDENTITAS DAN TAKBIR (bukan) KUMANDANG ADZAN

Hasil resmi penetapan pemilihan Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua menunjukan dan dipastikan sudah ada pemenang dari pesta demokrasi yang tidak murah dengan menghabiskan energi kuota internet sangat besar, karena konon dari masing-masing pasangan calon menggerakan Buzzer (peternak media sosial) dengan budget milyaran rupiah..perlu klarifikasi data hehe..
Fitnah, caci maki, saling menghujat, surga, neraka, sembako, dan tamasya menjadi sebuah tren baru dari pola komunikasi media sosial. Hampir setiap hari bahkan detik-kedetik di berbagai group WhatsApp, Facebook bertebaran kabar yang perlu klarifikasi atas sebuah kebenaran berita. Seorang pembaca yang baik pasti akan berfikir ulang untuk menyebarkan sebuah berita yang belum jelas kebenarannya.
Pilkada putaran ke dua DKI Jakarta sudah selesai, dan para pemilih kembali ke aktivitas awal masing-masing untuk menunggu realisasi janji-janji pasangan calon gubernur dan wkil gubernur terpilih.
Setelah kembali dari hiruk pikuk pilkada dan ketenangan demokrasi yang ditunjukkan meski terlalu bising, bahkan saking bisingnya sebuah demokrasi Jakarta sampai menyebar ke daerah-daerah lain termasuk Jawa Timur. Limpahan kebisingan bisa dirasakan dari tongkrongan-tongkrongan para tukang becak di warung kopi sampai tongkrongan masyarakat menengah di cafe-cafe tentang keseruan analisa dan komentator ulung dari buah kebisingan pilkada DKI Jakarta. Beberapa sahabat bahkan pernah menanyakan apakah penulis punya pilihan calon dalam pilkada Jakarta? Penulis hanya tersenyum simpul malu bak seorang perjaka tingting karena pertanyaan ini cocok untuk warga yang berdomisili alias ber-KTP DKI Jakarta..hehe
Jawa Timur sebagai daerah penyangga utama Indonesia Timur menjadi daerah penting untuk menjaga iklim kondusifitas dari kebisingan demokrasi Ibu Kota Indonesia. Cara pandang dan melihat warga Jawa Timur terhadap pilkada DKI Jakarta tidak sebatas pesta demokrasi biasa, karena dalam beberapa momentum ada pengerahan massa dari beberapa daerah ini untuk terlibat aktif dalam proses kebisingan demokrasi di Ibu Kota Indonesia. Religius dan Nasionalis tidak bisa dipisahkan dari masyarakat kebanyakan warga Jawa Timur, meski penulis melihat ini dari kota kecil Kepanjen ibu kota Kabupaten Malang..hehe..
Politik Identitas (agama, ras, suku, warna kulit, dll) menjadi bagian yang harus dijadikan pembelajaran bersama untuk daerah-daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah di tahun-tahun mendatang. Sangat berbahaya dan penuh dilema bila politik ini (identitas) menjadi cara untuk menuju sebuah kemenangan ambisi kekuasaan. Politik identitas lebih bising dan menjadikan nilai etika menjadi hilang begitu saja, sehingga kekuasaan adalah segalanya dan menafikan tujuan utama yaitu kesejahteraan rakyat.
Tulisan ini hanya sebagai upaya menjaga nalar sehat penulis atas pembacaan realitas yang ada dari kejenuhan sebuah pesta demokrasi yang bising bahkan mampu membuat bising seluruh Indonenesia dengan berbagai pernik dan intrik. Demokrasi adalah alat (tools) untuk menuju sebuah impian kesejahteraan bersama dalam sebuah entitas masyarakat bernegara, apabila jalan demokrasi ini telah dilalui dan proses berjalan sesuai dengan koridor noma-etik menjadikan demokrasi tidak sekedar demokrasi biasa tapi Demokrasi Positif meskipun ada sekelompok komunitas tertentu yang menolak demokrasi dengan dalih tidak sesuai ajaran-ajaran samawi...disini penulis melihat ada kekeliruan dan kegagalan terstruktur dan terorganisir dalam pembacaan dari makna substansi DEMOKRASI.  
Setelah pilkada ini, kini semua orang percaya terhadap Demokrasi apabila menguntungkan dipihaknya tapi apa mungkin beberapa elemen “komunitas itu” tetap percaya terhadap demokrasi itu sendiri atau bahkan menggunakan demokrasi untuk mencapai niat-niat terselubung (hidden agenda) dari tujuan utama mereka..hehe..semoga tidak terjadi.
Demokrasi yang sering ditolak disuarakan dengan lantang dan bahkan menganggap demokrasi sebagai sebuah produk-produk zionis..tuduhan berlebihan...kini bisa dinikmati oleh para pemekik kebisingan. Indonesia adalah negara demokrasi, siapapun yang terpilih dalam pilkada Jakarta harus secara sadar dan insyaf bahwa PANCASILA, BHINEKA TUNGGAL IKA, Negara Keatuan Republik Indonesia (NKRI) dan UUD 1945 sudah final dan INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA TAPI SEBAGAI NEGARA BERAGAMA. Maka pemenang peperangan sebenarnya dari perhelatan pemilihan kepala daerah adalah MENGAKUI ADANYA KEBERAGAMAN.
Suara Takbir terdengar dari pengeras suara surau dan sayup-sayup terdengar mengajak kita terus berbuat kebaikan, meski tidak harus memekik dan meneriakan TAKBIR di jalanan, Tuhan Maha Tahu Atas Pemanggil  nama-Nya dengan Tulus Mesra dan Pemanggil Penuh Gombal.

Selamat Sore !!
Read more ...

Thursday, May 4, 2017

SALAM KEBERAGAMAN !!!

Merajut perdamaian dimulai sejak dalam pikiran dan dimplementasikan dengan tindakan dan sikap berkehidupan dalam keseharaian.
Perdamaian yang dicita-citakan akan terwujud bila semua anak bangsa sadar dan peduli bahwa dalam tia-tiap individu dilahirkan dalam situasi dan kondisi kodrat keberagaman.
Meski tidak mudah menjaga dan merawat perdamaian, ikhtiar kita akan terus mentradisikan keberagaman dalam entitas bernegara yang semua anak bangsa memiliki kewajiban yang sama dan sejajar dalam hak dan mewujudkan PERDAMAIAN.
Semua cita-cita para pendiri bangsa ini akan menjadikan kita tersadar dan penuh motivasi bahwa kita berada disebuah Negara yang mengedepankan nilai-nilai luhur kearifan bangsa yang dimiliki sejak dan sebelum Negara ini di proklamirkan.

Mari KIta Rawat Keberagaman dan Tradisi Luhur Bangsa Kita !!!

Read more ...
Designed By Published.. Blogger Templates